Pages

Powered By Blogger

Followers

buku tamu


ShoutMix chat widget

ShoutMix chat widget

Blog

RSS

10 pertanyaan tentang jenis makna



1.                  1. Apakah ada perbedaan makna referensial dan makna nonreferensial?

Perbedaan makna referensial dan makna nonreferensial berdasarkan ada tidak adanya referen dari kata – kata itu. Bila kata – kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu maka kata tersebut disebut kata bermakna referensial. Kalau kata – kata itu tidak mempunyai referen maka kata itu disebut kata makna nonreferensial.

2.                  2. Mengapa makna afektif lebih terasa secara lisan dari pada tulisan?

Sebelumnya diketahui bahwa makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara pemakai bahasa secara pribadi, baik terhadap lawan bicara maupun terhadap objek yang dibicarakan. Makna afektif lebih terasa secara lisan dari pada tertulis karena ketika pentur mengutarakan tuturannya secara langsung, ketika itu juga penutur baik itu lawan bicara maupun objek yang dibicarakan menyatakan langsung tuturannya dengan perasaan yang dialaminya pada saat itu. Makanya makna afektif leboh terasa secara lisan dari pada tulisan.

3.                  3. Coba anda pikirkan di mana letak perbedaan makna stilistiknya itu?

Makna stilistika berkenaan dengan gaya pemilihan kata sehubung dengan adanya perbedaan sosial dan bidang kegiatan didalam masyarakat. Contoh kata ‘rumah’ , ‘pondok’,  ‘istana’, ‘gubuk’. Contoh tersebut menyatakan bahwa kata rumah, pondok, istana dan gubuk dimaknai seseorang dengan perbedaan status sosial mereka itu sendiri. Yang pada kata rumah, pondok, istana dan gubuk sama sama memiliki arti tempat tinggal.

4.                  4. Jelaskan perbedaan yang mendasar idiom penuh dan makna idiom sebagian!

Idiom penuh adalah idiom yng unsur – unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan dengan satu makna. Sedangkan idiom sebagian masih ada unsur yang memiliki makna leksikalnya sendiri.

5.                  5. Jelaskan idiomatikal dan pribahasa!

Idiomatical adalah makna sebuah satuan bahasa (entah kata, frase, atau kaliamat) yang “menyimpang” dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur – unsur pembentuknya. Untuk mengetahui makna idiom sebuah kata (frase atau kalimat) tidak ada jalan lain selain mencarinya didalam kamus.  Sedangkan makna peribahasa masih dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara makna leksikal dan gramatikal unsur- unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna lain yang menjadi tautannya.

6.                  6. Jelaskan perbedaan makna istilah dan makna kata !

Perbedaan makna istilah dan makna kata yaitu makna kata adalah walaupun secara sinkronis tidak berubah tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan, dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kaliamat. Kalau lepas dari konteks kalimat, makna kata itu menjadi umum dan kabur. Sedangkan makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Jadi, tanpa konteks kalimatnya pun makna istilah itu sudah pasti.

7.                  7. Jelaskan maksud yang sama antara idiom, ungkapan dan metafora!

Maksud yang sama antara idiom, ungkapan dan metafora disini mencakup objek pembicaraan yang kurang lebih sama (kata, frase, dan kalimat). Hanya segi pandangannya yang berlainan.

8.                  8. Jelaskan makna leksikal dan makna denotatif!

Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan refernsinya, makna yang sesuai dengan hasil observasi alat indra, atau makna yang sungguh – sungguh nyata dalam kehidupan kita. Makna denotatif sering juga disebut makna denotasional, makna konseptual, atau makna kognitif karena dilihat dari sudut yang lain. Pada dasarnya sama dengan makna referensial srbab makna denotative ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya. Jadi makna denatatif ini menyangkut informasi – informasi faktual objektif.

9.                  9. Jelaskan makna konotatif dapat berubah dari waktu kewaktu!

Makna konotatif dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Misalnya kata ceramah dulu kata ini berkonotasi negatif karena berarti ‘cerewet’, tetapi sekarang konotasinya positif. Sebaliknya kata perempuan dulu sebelum zaman jepang berkonotasi netral, tetap berkonotasi negative

10.              10. Jelaskan makna konotatif!

Makna konotatif adalah kata yang mempunyai ‘nilai rasa’, baik positif maupun negatif.  Jika tidak memiliki nilai rasa maka dikatakan tidak memiliki konotasi. Tetapi dapat juga disebut berkonotasi netral.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Sajak M. Badri yang berjudul " Kopi Dini Hari "



Sajak M. Badri
Kopi Dini Hari

Aku ingin mengaduk rempah
Yang bersari di tubuhmu
Hingga serpihan gula
Menghapus jejak malam
Di cangkir kaca

Aku ingin menjadi semut
Yang merayap dipelukmu
Mencecap manisnya rasa rindu
Dan hangatnya seteguk cinta
Menjelang pagi tiba

Rasa pahit dilidah
Dan sisa asam di mulut
Seketika larut
Ketika bibir dan cangkir
Salaing berpagut

Hingga endapan rempah
luruh dalam lelah
usai membiakkan kata
dengan peribahas
paling purba

Setelah dianalisis terdapat tiga gaya bahasa didalam sajak karangang M. Badri yang berjudul Kopi Dini Hari. Dua majas yang terdapat dalam sajak tersebut yakni majas personifikasi dan majas hiperbola. Dalam sajak ini majas personifikasi terdapat empat contoh dan majas hiperbola hanya terdapat satu contoh.
1.                  Majas personifikasi
Majas personifikasi adalah majas perbandingan yang menuliskan benda-benda mati menjadi seolah-olah hidup, dapat berbuat, atau bergerak.
Contoh :
a.       Yang bersari ditubuhmu
Pada kata bersari itu tidak sesuai pada sebuah tubuh. Karena kata bersari itu cocoknya digunakan untuk tumbuhan.
b.      Yang merayap di pelukmu
Pada kata merayap itu tidak sesuai digunakan untuk sebuah pelukan. Karena merayap itu cocoknya digunakan untuk hewan seperti cicak.
c.       Ketika bibir dan cangkir saling berpagut
Pada kata bibir dan cangkir itu tidak sesuai digunakan untuk berpagut. Karena yang berpagut itu hanya dilakukan oleh makhluk hidup saja.
d.      Usai membiakakkan kata
Pada kata membiakkan itu tidak sesuai digunakan untuk kata. Karena pembiakkan itu biasanya cocok digunakan untuk hewan
2.                  Majas Hiperbola
Hiperbola adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan.

Contoh :
a.       Hangatnya seteguk cinta
Pada kata hangatnya seteguk cinta terdapat kata yang menyatakan sesuatu yang berlebih – lebihan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Deskripsi Wajah



Nama               : Arfi Adilla
Kelas               : 6E
NPM               : 116210775

Nama saya Arfi Adilla.  Saya memiliki kepala yang berbentuk bulat, mempunyai mata yang sipit. Saya mempunyai bola mata yang berwarna hitam dan mempunyai alis yang tipis. Kulit wajah saya berwarna sawo matang.
Hidung yang saya miliki tidaklah terlalu mancung dan tidak terlalu pesek. Saya tidak mempunyai rambut yang begitu panjang. Panjang rambut saya hanya sebatas bahu. Rambut yang saya miliki tidak terlalu tebal dan mempunya rambut yang lurus. Itu lah gambaran dari bentuk wajah yang saya miliki.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEMANTIK


Nama :
  1. Arfi Adilla (116210775)
  2. Zunnurul Laila (116210486)
Kelas : 6E

A.                Judul               
kemampuan menggunakan ungkapan (idiom) dalam kaliamat siswa kelas X SMA negeri 1 kepunahan kabupaten rokan hulu tahun ajaran 2012-2013
B.                 Latar Belakang
1.             Dasar Pemikiran :
Bahasa indonesia adalah salah satu bidang studi yang memegang peranan penting untuk menunjukan keberhasilan pendidikan nasional. Usaha untuk mencapai tujuan yang baik, banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar bahasa indonesia terutama dalam kemampuan menggunakan ungkapan pada kalimat.
2.             Pendapat ahli :
   Menurut chaer (1990:78) ungkapan sebagai masalah ekspresi dalam penuturan akan bertambah dan berkurang sesuai dengan perkembangan masyarakat pemakai bahasa tersebut dan kreatifitas penutur bahasa tersebut. Dalam penggunaan bahasanya. Namun, tidak sedikit ungkapan yang telah menatap dan digunakan orang terus menerus sampai sekarang misalnya, tebal muka, tutup muka, perut tamu yang tidak diundang, dan sebagainya. Oleh karena itulah barang kali ada yang menyebut bentuk-bentuk tersebut dengan nama rangkaian tetap.
3.             Maksud penulis : peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ungkapan (idiom) apakah para siswa SMA telah memahami makna ungkapan (idiom).
4.             Penelitian relevan :
a.              Astuti yance, mahasiswa fkip UIR 2006 dengan judul “kemampuan siswa kelas VII SMP Bukitraya pekanbaru dalam menentukan unbgkapan (idiom) pada kalimat tahun ajaran 2005 / 2006”. Metode yang digunakan metode deskriptif. Teori yang digunakan abdul chaer 1994, J.S. Badudu 1994 dan beberapa pendapat para ahli lainnya. Masalah penelitiannya bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Bkitraya Pekanbaru dalam menentukan makna ungkapan (idiom) dengan nilai rata-rata 61.82.
b.             Rena Mustika, FKIP UIR tahun 2011 dengan judul “ kemampuan siswa dalam menentukan ungkapan (idiom) pada kalimat kelas VIII SMPN 5 Tambang tahun ajaran 2011-2012”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teori yang digunakan chaer. Masalahnya kemampuan siswa dalam menentukan makna ungkapan (idiom) pada kalimat kelas VIII SMPN 5 Tamabang kecamatan Tambang tahun ajaran 2011-2012. Hasil yang diperpoleh menunjukan nilai cukup 66,25
5.             Manfaat secara teoritis: bagi guru penelitian ini dapat bermanfaat terhadap perkembangan ilmu pendidikan terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Manfaat praktis bagi siswa dalam memahami tentang ungkapan.
C.                 Masalah
1.             Berapakah kemampuan siswa kelas X SMAN 1 Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu dalam menentukan ciri-ciri ungkapan pada kalimat tahun ajaran 2012/2013?
2.             Berapakah kemampuan siswa kelas X SMAN 1 kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu dalam menentukan jenis-jenis Ungkapan pada Kalimat Tahun ajaran 2012/2013?
3.             Berapakah kemampuan siswa  kelas X SMAN 1 Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu dalam menentukan makna Ungkapan pada Kalimat Tahun ajaran 2012/2013?
D.                Tujuan
Untuk mengumpulkan data tentang tentang siswa dan data yang dikumpulkan dideskrispsikan, dianalisis dan di interpretasikan secara terperinci dan  sistematis sehingga dapat diperoleh hasil yang akurat tebntang kemampuan siswa  kelas X SMAN 1 Kepenbuhsn Kabupaten rokan hulu
E.                 Teori
1.             Pengertian ungkapan (idiom), Pateda (2001:230), Chaer (2007:296)
2.             Makna unsur-unsurnya Padedu (1991:29)
3.             Makna Leksikal dari satuan Chaer (1990:76-77)
4.             Ciri-ciri ungkapan idiom Kridalaksana dalam Saiful Maruf ( 2012)
5.             Jenis ungkapan Chaer (2007:296)
F.                  Tekhnik pengumpulan data : observasi lapangan dan tes tertulis
1.             Metode Penelitian: metode deskriptif
2.             Analasis data. Penganalisisan data ini penulis lakukan secara berurutan sesuai dengan urutan soal tes siswa kelas X SMAN 1 kepenuhan
G.                Kesimpulan
Kemampuan siswa SMAN 1 kepenuhan kabupaten rokan hulu kelas X dalam menentukan ungkapan (idiom) pada kalimat ini difokuskan pada ciri-ciri ungkapan, jenis-jenis ungkapan, dan makna ungkapan.
Kemampuan siswa tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.             Kemampuan siswa SMAN 1 kepenuhan kabupaten rokan hulu kelas X dalam menentukan ciri-ciri ungkapan diperoleh rata-rata 70% yang mampu menjawab dan 30% tidak mampu menjawab.
2.             Kemampuan siswa SMAN 1 kepenuhan kabupaten rokan hulu kelas X dalam menentukan jenis-jenis ungkapan diperoleh rata-rata 98,88% yang mampu menjawab dan 1.11% tidak mampu menjawab.
3.             Kemampuan siswa SMAN 1 kepenuhan kabupaten rokan hulu kelas X dalam menentukan makna ungkapan diperoleh rata-rata 23,66% yang mampu menjawab dan 73,33% tidak mampu menjawab.
Jadi, secara keseluruhan dari 60 siswa kelas Xa dan Xb SMAN 1 kepenuhan dengan jumlah nilai 4562 dengan rata-rata 76,03 berkatagori baik. Berarti hipotesis dalam penelitian baik terbukti dan dapat diterima.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dana Perkuliahan



Uang formulir                                                 : Rp. 200.000
Semester I :
Uang tes ulang PMB                           : Rp. 3.500.000
Uang pangkal fakultas                        : Rp. 1.000.000
Uang ( 24 ) sks                                    : Rp. 1.440.000
Uang jajan 6 bulan x Rp. 700.000      : Rp. 4.200.000
Semester II :
Uang SPP                                            : Rp. 1.000.000
Uang ( 23 ) sks                                    : Rp. 1.380.000
Uang jajan 6 bulan x Rp. 700.000      : Rp. 4.200.000
Semester III
Uang SPP                                            : Rp. 1.000.000
Uang ( 23 ) sks                                    : Rp. 1.380.000
Uang jajan 6 bulan x Rp. 700.000      : Rp. 4.200.000
Semester IV
Uang SPP                                            : Rp. 1.000.000
Uang ( 24 ) sks                                    : Rp. 1.440.000
Uang jajan 6 bulan x Rp. 700.000      : Rp. 4.200.000
Semester V
Uang SPP                                            : Rp. 1.000.000
Uang ( 23 ) sks                                    : Rp. 1.380.000
Uang jajan 6 bulan x Rp. 700.000      : Rp. 4.200.000
Uang tas                                              : Rp. 265.000
Uang sepatu                                        : Rp. 200.000
Semester VI
Uang jajan                                           : Rp. 700.000
Total                                                   : Rp. 34.205.000



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS